Indomie & Hazmi, Sebuah Drama …

Finally,

_______________

Akhirnya setelah sekian lama, Kutu nemu juga bahan buat bikin tulisan :)

Kali ini tentang “perseteruan” antara Indomie dan seorang Hazmi Srondol. Mengapa Kutu beri tanda petik? Karena menurut Kutu memang sebenarnya tidak ada yang berseteru, tapi yang ada hanya … ahh, lebih baik kita bahas saja dari awal.

Bermula dari korespondensi dari Pihak Indomie lewat sebuah biro advertising bernama Lowe, dengan Hazmi Srondol, seorang penulis (sengaja Kutu gak menyebutkan karyanya, this blog is not an ads place for anything except for my own mind). Indomie meminta izin untuk mempublikasikan karya Hazmi yang diikutsertakan dalam kompetisi ‘Cerita Indomie’ dan akan memberikan sesuatu sebagai timbal baliknya. Setelah Hazmi memberi izin, tulisan tersebut pun “tayang” di beberapa media cetak nasional … Kali ini tanda petik itu gak ada maksud apa-apa, hee.

Kekecewaan Hazmi bermula ketika ia tidak diperbolehkan menggunakan nama pena dan mencantumkan hasil karyanya di tulisan yang dimuat tersebut. ‘Sesuatu’ yang dijanjikan pun tak kunjung datang, hingga kemudian Hazmi menagih ‘sesuatu’ tersebut (bener lho, di email koresondensi yang dicantumkan tertulis ‘sesuatu’), dan ternyata yang datang “hanya” 3 dus Indomie. Tanda petik di sini berarti kata tersebut adalah pandangan pribadi Hazmi …

Lanjut membaca

Iklan di Mana-Mana

Iklan

Banyak yang sering bilang, ‘Senangnya, gue dikelilingi oleh orang-orang yang hebat’ atau pernyataan-pernyataan sejenis tentang hal-hal yang kita rasa berada begitu dekat dengan kita. Namun tahukah para pembaca apa yang paling banyak dan paling sering mengelilingi kita (bukan Tuhan tentunya)? IKLAN !!

Yupp, iklan benar-benar ada di mana-mana. Iklan di majalah, koran, baliho, itu sudah biasa. Ketika era internet muncul, cara-cara baru dalam beriklan pun kembali ditemukan. Ada yang beriklan lewat sidebar, ada yang lewat pop-up, dan lain sebagainya. Semua berlomba untuk beriklan sebanyak-banyaknya dan sesering-seringnya. Hingga terkadang, hal sekecil apapun, asal sering terlihat orang, bisa dijadikan lahan beriklan.

Baru-baru ini, ada sebuah berita di Internet tentang seorang pria bernama Jason yang menjual nama belakangnya. Pria itu memang seorang yang cukup terkenal di dunia maya, jadi walaupun hanya digunakan selama tahun 2013, nama belakangnya nanti pasti akan ikut terkenal sepanjang tahun depan. Hal tersebut diartikan sebagai lahan beriklan yang potensial bagi banyak perusahaan. Akhirnya nama belakang Jason tersebut terjual kepada HeadsetsDotCom sebesar 45,500 Dollar.

Apa lagi hal-hal aneh yang dijadikan lahan beriklan? Bidang kecil di bagian atas UberSocial, tempelan-tempelan di jendela kendaraan umum, bahkan sebentar lagi waktu sekitar 2-3 detik ketika kita me-loading page di internet pun bakal jadi tempat iklan, fyuhh …

Di dunia yang begitu materialis dan kapitalis ini, penggunaan iklan sebagai media promosi memang tak bisa ditahan atau dikesampingkan. Tinggal bagaimana kita harus lebih menjaganya agar tidak merambah sedemikian dalam ke ruang pribadi kita.

Ini Yang Kalian Mau … :)

Persis seperti judul yang Kutu buat, kali ini Kutu cuma akan bercerita tentang apa yang kira-kira kalian ingin dengar dari blog Kutu. Kayaknya sih gak jauh-jauh dari apa kabar Kutu? Sekarang aktivitasnya apa? Kerjaan n studi gmana? Dan lain-lain sebagainya …. baiklah, mari bercerita :)

Alhamdulillah, sampai saat ini Kutu masih sehat wal afiat. Segalanya berjalan sesuai rencana, adik dan nenek Kutu juga masih baik keadaannya, Belalang Tempur juga masih Kutu pakai sampai sekarang.

Khusus pekerjaan, ada sedikit perubahan yang tadinya Kutu kerja di ujung Pulau Jawa, sekarang balik lagi ke Ibukota Pulau Jawa (eh?!). Yang tadinya Kutu kerja di sebuah pabrik outdoor, kini kerja di depan laptop sambil mantau Facebook dan Twitter (beda banget yah? emang !!). Yang tadinya Kutu ‘ehem’ … sekarang ‘ihim’, nanti aja deh kita cerita lengkapnya.

Lanjut membaca

Apple & Microsoft

image

“When Apple brings out a new feature, everyone loves it because Apple users love new stuff. When Microsoft brings out something genuinely new and innovative, everyone gets cross because it’s not what they’re used to. Different markets. I hope it works out for them.”

Game of Thrones !!

Wait … wait … Kutu ngeblog lagi? Yes, You’re Right (obama’s style)

Game of Thrones itu apa ? Serial TV yah ??

Hee, gak salah sih klo bilang Game of Thrones (selanjutnya disebut GoT) itu Serial TV, karena emang GoT sekarang mulai terkenal gara2 dibikin Serial-nya oleh HBO, aslinya GoT adalah seri novel yang ditulis oleh George R.R. Martin. Truz knapa dibahas? Yah karena Kutu suka :D

Game of Thrones Cover

Game of Thrones Cover

Game of Thrones ini bercerita tentang sebuah kerajaan di Abad Pertengahan yang bernama Westeros (iklimnya mirip2 di Skandinavia gitu). Nah, di dalam Westeros itu ada beberapa kerajaan-kerajaan kecil (biasa disebut House) seperti Baratheon, Lannister, Stark, dan Targaryen, yang masing-masing punya keunikan dan ciri khas. Ada yang polos dan baik, tapi ada juga yang belagu, licik, tapi pinter … kebayang kan gmana jadinya klo mereka ketemu … fyuhh.

Truz apa yang bikin Kutu suka? Ada konflik di antara House-House di Westeros, tapi mereka gak semata-mata menyelesaikannya dengan perang. Ada sih action perang2an gitu, tapi gak dominan. Yang lebih sering dibahas adalah intrik-intrik antar tokoh yang perlu intelejensia dan kemampuan persuasif tingkat tinggi. Awalnya emang terasa membingungkan, tapi kalau udah biasa bakal ngerasain gmana kerennya buku ini !!

(klo gak keren ngapain HBO bikin serialnya yah :D )

Nah, masalahnya buku ini belum selesai (baru terbit 5 buku). Penulis (George RR Martin) janji akan menamatkan buku ini di buku ke-7 / ke-8, tapi dia sendiri udah berusia lanjut, kalau dia meninggal sebelum buku ini selesai … hikz hikz.

Bahkan sempet ada polling iseng buat fans GoT ini, kalau di depan mereka ada George RR Martin dan seorang Gadis hampir tertabrak di tengah jalan, dan mereka hanya bisa menyelamatkan salah satunya, mana yang akan mereka selamatkan? (You must know the answer…) Yupp, GRRM memenangkan Poll !!

Hee, just kidding

Kutu lanjut baca lagi yah … see you :D

NP : Temen2 ada yang udah baca bukunya atau nonton serialnya ??

Winds of Winter (GoT #6)

Winds of Winter (GoT #6)

 

Ayo Jelajahi Dunia !!

Sejak ratusan tahun yang lalu, atau mungkin sejak budaya tulis-menulis muncul ke dunia, banyak petualang yang mendokumentasikan pengalaman-pengalaman mereka menjelajahi tempat-tempat baru ke dalam sebuah Catatan Perjalanan (Catper). Fenomana ini terus ada seiring perkembangan zaman, bahkan seperti menjadi tradisi bagi para penggemar hobi jalan-jalan untuk mengabadikan perjalanan mereka agar pengalaman tersebut bisa dinikmati oleh orang lain.

Memasuki dunia internet yang modern,  Catper pun menjamur dalam bentuk artikel-artikel lepas di bemacam blog, milist, website, dan lain-lain. Baik catatan perjalanan untuk perjalanan (travelling) yang membutuhkan budget besar maupun yang seadanya (backpacker), semua tersedia. Sayangnya, semua Catper itu tersebar di berbagai tempat sehingga sulit untuk mendapatkan kesatuan menarik antar Catper-Catper tersebut.

Baru beberapa tahun terakhir ini, dunia buku Indonesia dikejutkan dengan genre Buku Travelling yang tiba-tiba ‘booming’. Tak bisa dipungkiri ini adalah efek domino dari keberhasilan buku pedoman travelling karangan pasangan dari Australia bertajuk ‘Lonely Planet’, yang begitu terkenal.

Diawali dengan kemunculan (setahu saya) The Naked Traveler karangan Trinity. Buku itu sebenarnya adalah kumpulan Catatan Perjalanan Trinity berkeliling Indonesia dan Dunia. Namun dia menuliskannya dengan bahasa yang polos dan mengundang gelak tawa sehingga mengundang banyak orang untuk membacanya. Dan akhirnya, selain menumbuhkan semangat para pembacanya untuk bertravelling, Trinity juga berhasil menumbuhkan semangat para travellers dan backpackers lain untuk mengumpulkan catatan-catatan perjalanan mereka dan menerbitkannya dalam bentuk buku.

Beberapa dari mereka memilih untuk membuat panduan instan untuk melakukan sebuah perjalanan seperti yang kita lihat dalam buku “Keliling Eropa dengan sekian juta rupiah” dan buku-buku semacam itu. Isi buku itu kebanyakan daftar tempat-tempat menginap, restoran, atau tempat-tempat yang layak dikunjungi di sana, dan bagaimana bisa mengunjungi semua tempat-tempat itu dengan budget terbatas.

Namun ada juga beberapa travellers yang berusaha mengemas pengalaman mereka dalam bentuk lain yang lebih menarik, namun tetap tidak kehilangan cita rasa sebagai sebuah catatan perjalanan. Mereka membuat buku mereka menjadi semacam Diary, yang tidak hanya menceritakan kisah-kisah menyenangkan, tapi juga cerita-cerita menyedihkan, mengesalkan, atau bahkan membahayakan selama perjalanan. Untuk kategori ini ada buku-buku seperti ‘Selimut Debu’ dan ‘Garis Batas’ yang menceritakan kisah Sang penulis, Agustinus Wibowo, di kawasan Asia Tengah dan Afghanistan, dan juga ‘Kedai 1001 Mimpi’ yang menceritakan kisah Valiant Budi di Saudi Arabia.

Apa yang menarik dari Buku Travelling? Perbedaannya. Makin berbeda pengalaman yang dialami para penulis buku tersebut dengan kehidupan sehari-hari, maka makin menarik buku itu untuk dibaca. Itulah yang menjadi jaminan kalau buku atau cerita Travelling akan tetap ada, karena dunia ini masih menyimpan keunikan-keunikan yang banyak sekali hingga tak terhitung lagi jumlahnya. Selain itu, Buku Travelling menyajikan keunikan tersebut dengan kepastian bahwa anda bisa melihat atau mengalami pengalaman persis atau mendekati yang mereka rasakan, karena mereka menceritakan fakta, bukan fiksi.

Dan akhirnya, seakan menjadi undangan terbuka bagi semua pembacanya,

“Ayo Jelajahi Dunia!”

TB Leksika Kalibata City for Dummies

 

Goodreads Indonesia @ TB Leksika Kalibata City

Goodreads Indonesia @ TB Leksika Kalibata City

Hari ini rombongan Goodreads Indonesia (GRI) menyambangi toko buku Leksika di Kalibata City. Bagi sebagian besar rombongan, ini kunjungan kami yang kali pertama karena cabang ini baru resmi dibuka 17 Desember 2011 lalu. Walaupun demikian, sudah sejak akhir tahun lalu terendus oleh kami bahwa Leksika Kalibata City membagikan satu buku gratis setiap tengah hari. Maka hanya dengan menuliskan data diri dan menunjukkan KTP, setiap anggota GRI yang berkunjung siang tadi mendapatkan buku The Shallows karya Nicholas Carr yang menjadi buku gratis pada kesempatan hari ini.

Terletak di lantai UG Kalibata City, Jakarta Selatan, toko buku Leksika bagaikan oase para pecinta buku yang sedang beredar di pusat perbelanjaan sekaligus hunian tersebut. Walaupun tidak terlalu besar, Leksika Kalibata City menjanjikan suasana belanja yang nyaman. Bahkan, ada rak buku unik berbentuk seperti percabangan batang pohon yang membuat kami tergiur ingin membawanya pulang. Sayang memang, rombongan GRI menemukan keganjilan berupa tata letak kategori buku-buku yang dipamerkan belum ideal. Hal lain yang diharapkan akan segera dipenuhi adalah belum adanya buku-buku dari beberapa penerbit seperti Ufuk, Matahati, dan Gramedia.

Tim GRI disambut dengan ramah oleh Pak Riyo selaku perwakilan Leksika. Tak bosan-bosan Pak Riyo menemani kami berfoto-foto dengan berbagai buku yang ada. Sebagian anggota rombongan GRI yang berprofesi sebagai penerjemah atau penyunting pun menandatangani buku-buku proyeknya yang tersedia di tempat. Seusai menguras kadar narsisme masing-masing di antara kami, Pak Riyo mengajak kami duduk-duduk di foodcourt sambil membicarakan kemungkinan kerja sama antara GRI dengan Leksika Kalibata City. Jadi, siap-siap menjadikan toko buku ini sebagai salah satu tongkrongan GRI ya.

7 Januari 2012

Melody Violine

Koordinator Klub Buku Offline Goodreads Indonesia 2012