Sebuah Pesan dari The Interpreter

The Interpreter

The Interpreter

Bagi yang belum pernah menonton film The Interpreter, Kutu bahas dikit yah ceritanya. Alkisah, film yang rilis tahun 2005 ini menceritakan tentang sebuah negara fiktif yang bernama Matobo yang terus dilanda konflik. Seorang penerjemah di markas besar PBB yang bernama Silvia Broome, tiba-tiba terjebak di antara konflik tersebut, hingga ia dikejar-kejar pembunuh.

Kutu sendiri awalnya tertarik dengan judulnya, The Interpreter, sebuah profesi yang begitu menarik, terutama buat penerjemah amatir kayak Kutu gini, hee. Kedua, bintang utama wanitanya itu Nicole Kidman, keliatan anggun banget apalagi pas pake kacamata (uwoooooo …). Tapi tetep sih, gak bisa ngalahin Natalie Portman, eh😀

Adegan menarik terjadi di akhir cerita ketika Silvia menggugah keprihatinan sang presiden Matobo akan hal keji yang telah dilakukannya. Silvia memberikan buku yang dikarang sang presiden sendiri ketika masih muda, dan menyuruhnya membaca bagian pembukaan.

Tanpa disangka, pembukaan buku tersebut berisi satu paragraf yang benar-benar inspiratif, terkait hati manusia (kata-kata asli dari film itu adalah yang Kutu beri garis bawah):

The gunfire around us makes it hard to hear.

Dunia ini emang udah gila. Senjata dan kekerasan tersebar di mana-mana. Orang berlomba-lomba mengucapkan kebohongan demi menyelamatkan posisi dan meraih keuntungan. Bahkan, hingga media massa pun kayak beradu untuk menyiarkan berita yang bohong atau gak penting (gunfire!).

But the human voice is different from other sounds.

Tapi di tengah kekacauan dan kemunafikan itu, kita harus tetep optimis. Tuhan telah memberi kita satu senjata untuk merubah itu semua, yaitu hati dan ucapan manusia, yang begitu unik dan bisa begitu berpengaruh untuk membawa sebuah perubahan.

It can be heard over noises that bury everything else.

Sekalipun ditutup-tutupi sekencang apapun, sebuah suara yang berasal dari hati dan nurani manusia pasti akan terdengar. Kadang suara itu bisa berupa ucapan, perbuatan, hingga hanya sekedar tatapan mata penuh arti, jess … berubahlah semua. Tapi harus diusahakan lhoo.

Even when it’s not shouting, even when it’s just a whisper.

Tak perlu muluk-muluk memikirkan pengaruh yang besar. Mulailah dari hal-hal kecil, untuk orang-orang terdekat, dan mulailah saat ini juga. Percaya deh, semua perubahan itu dimulai dari perubahan-perubahan kecil yang terus berkelanjutan hingga (syukur-syukur) jadi sejarah.

Even the lowest whisper can be heard, when it’s telling the truth.

Tapi bisikan-bisikan pembawa perubahan itu ada syaratnya : KEJUJURAN. Kalau nggak jujur, kata-kata kita gak ada bedanya sama gunfire-gunfire yang beterbangan. Tapi karena kejujuran itu, orang lain bisa tergugah dan akhirnya terbawa semangat untuk memperjuangkan perubahan.

*****

NB : Hati itu hebat, sekalinya buruk seluruh tubuh jadi buruk, sekalinya baik seluruh tubuh jadi baik.

4 responses to “Sebuah Pesan dari The Interpreter

  1. kata kata inspiratif membuat kita bisa terpacu untuk melakukan hal hal yang besar dari yang kecil sampai mencapai tujuan. Sesuatu akan terjadi bila kita mau maka bergerak adalah sebuah kewajiban(kawanlama95) salam

  2. Jangan yakinkan diri bahwa dia menyukaimu hanya karena dia bersikap manis padamu. Kadang kamu hanya sebuah pilihan ketika dia bosan.

  3. Perasaan yang paling berbahaya adalah iri karena iri hati melahirkan kebencian dan kebencian akan membunuhmu perlahan

  4. Science is the most useful legacy in a life Science is more useful than treasure No one got lost because science while many people lost because of treasure

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s