Arsenal, We Love You …

image

“We love The Arsenal, we do. We love The Arsenal, we do.
We love The Arsenal, we do. Ooh … Arsenal, we love you!”

Gemuruh dukungan mulai menggema di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sejak jam 6 sore, ketika gerbang stadion dibuka untuk pertandingan Indonesia (yang katanya) Dream Team melawan raksasa London Utara, Arsenal. Dan, alhamdulillah, kutu termasuk salah satu yang terus bernyanyi sampai pertandingan berakhir sekitar jam 11 malam. Gak berasa kalau abis puasa Ramadhan pas siangnya🙂

Gak capek Kut? Ya nggak lah, namanya juga nonton tim idola.

“You are my Arsenal, my lovely Arsenal.
You make me happy, when skies are grey.
You’ll never notice, how much i love you.
Please don’t take my Arsenal away.”

Penantian sekian lama untuk menyaksikan Arsenal secara langsung akhirnya terobati. Belum sampai derajat sangat terpuaskan memang, tapi cukuplah untuk saat ini. Nonton langsung di The Emirates tentu jadi impian, tapi mengingat harga tiket di sana (dan ongkos ke sana) yang terhitung cukup mahal, mungkin mendingan naik haji dulu, hee.

image

Dari skuad inti Arsenal, sepertinya hanya Santi Cazorla yang gak bisa dateng ke Indonesia. Arsene Wenger ternyata cukup ‘baik’ dengan menurunkan pemain-pemain bintangnya di awal dan akhir pertandingan. Yang Kutu tunggu-tunggu jelas aja aksi Theo Walcott, yang kebetulan bermain di sisi kanan, dekat dengan tempat Kutu nonton. Sayangnya, Higuain belum sempet masuk, jadi gak ikut deh ke sini, eaaaa …

“And it’s Ar … se … nal. Arsenal FC.
We’re by far the greatest team.
The world has ever seen.”

Sedikit kekurangan yang sedikit mengganggu adalah koordinasi antar panitia acara yang kurang singkron. Kutu terpaksa mondar mandir Gate 1 sampe Gate 8 berkali-kali demi nyari pintu masuk yang sesuai, karena pintu yang ada di tiket ternyata ditutup. Untungnya, pas masuk gak perlu ngantri, jadi sedikit santai. (Asyiiiikk …)

Sayangnya, tim Indonesia yang pake embel2 nama Dream Team, nyatanya main di bawah standard. Permainannya konsisten sih, konsisten tanpa pola dan taktik tapinya (mengutip perkataan Om Kutu di status BB). Permainan kayak gitu jelas aja jadi bulan-bulanan, bahkan untuk tim cadangan Arsenal sekalipun. Ketika peluit berakhir, Indonesia harus takluk 0-7. Mudah-mudahan yang kayak gini gak bikin kapok tim-tim besar untuk datang ke Indonesia.

Oiya, Kutu pun menambah koleksi mug Kutu dengan Official Merchandise dari Arsenal, yeyyy. (Berhubung udah beli barang resmi, boleh kan yah kritik kebijakan transfer klub … hee, peace)

Dan di akhir, izinkan Kutu bernyanyi lagi … boleh kan? *kedip-kedip*

“Arsenal till i die. I’m Arsenal till i die.
I know i will, i’m sure i will, i’m Arsenal till i die.”

NB : Kecintaan pada sebuah tim olahraga atau semacamnya, nunjukkin klo cinta itu gak harus memiliki. Melihat mereka bertanding saja sudah kebahagiaan tersendiri.

2 responses to “Arsenal, We Love You …

  1. Jangan nilai orang dari masa lalunya karena kita semua sudah tidak hidup di sana. Semua orang bisa berubah biarkan mereka membuktikannya.

  2. Sesuatu yang menyenangkan bagaimana seseorang mampu membuatmu tersenyum hanya dengan memikirkan dirinya Happy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s