Indomie & Hazmi, Sebuah Drama …

Finally,

_______________

Akhirnya setelah sekian lama, Kutu nemu juga bahan buat bikin tulisan🙂

Kali ini tentang “perseteruan” antara Indomie dan seorang Hazmi Srondol. Mengapa Kutu beri tanda petik? Karena menurut Kutu memang sebenarnya tidak ada yang berseteru, tapi yang ada hanya … ahh, lebih baik kita bahas saja dari awal.

Bermula dari korespondensi dari Pihak Indomie lewat sebuah biro advertising bernama Lowe, dengan Hazmi Srondol, seorang penulis (sengaja Kutu gak menyebutkan karyanya, this blog is not an ads place for anything except for my own mind). Indomie meminta izin untuk mempublikasikan karya Hazmi yang diikutsertakan dalam kompetisi ‘Cerita Indomie’ dan akan memberikan sesuatu sebagai timbal baliknya. Setelah Hazmi memberi izin, tulisan tersebut pun “tayang” di beberapa media cetak nasional … Kali ini tanda petik itu gak ada maksud apa-apa, hee.

Kekecewaan Hazmi bermula ketika ia tidak diperbolehkan menggunakan nama pena dan mencantumkan hasil karyanya di tulisan yang dimuat tersebut. ‘Sesuatu’ yang dijanjikan pun tak kunjung datang, hingga kemudian Hazmi menagih ‘sesuatu’ tersebut (bener lho, di email koresondensi yang dicantumkan tertulis ‘sesuatu’), dan ternyata yang datang “hanya” 3 dus Indomie. Tanda petik di sini berarti kata tersebut adalah pandangan pribadi Hazmi …

Dari situ kehebohan muncul, Hazmi menulis cerita tersebut di Internet hingga kemudian banyak orang memberikan tanggapan dan menyebarkan tulisan tersebut di dunia maya. Indomie dan Lowe pun meminta maaf pada Hazmi, masalah selesai, walau kemudian Hazmi masih tetap nyinyir lewat tulisan … emang hobi sepertinya.

__________

Menurut Kutu (duilahh … ), Lowe dan Indofood memang salah karena mereka tidak merinci secara persis ‘sesuatu’ yang akan mereka berikan, dan ada kesan tidak mau memberi sebelum ditagih. Namun secara hukum mereka berada di atas angin, karena memang tidak ada hitam di atas putih, dan mereka pun sudah meminta izin untuk mempublikasikan tulisan itu sebelumnya. Langkah mereka yang kemudian meminta maaf pun bisa dianggap cukup untuk menuntaskan masalah.

Beralih ke Hazmi, sebenarnya apa masalah dia? Tulisan yang dipublikasikan, atau imbalan yang berupa 3 dus Indomie, atau keduanya? Kutu melihat kalau dia memposisikan diri sebagai seorang penulis yang karyanya tidak dihargai oleh Indomie, benarkah begitu?

Yang patut diingat adalah Hazmi telah mengizinkan tulisannya untuk dipublikasikan, walau dengan berbagai perubahan yang membuat dia kecewa, tapi akhirnya ia tetap mengizinkan karyanya untuk digunakan oleh Indomie. Nah, ketika dia akhirnya menerima 3 dus Indomie, ia pun kembali kecewa karena ia mengharapkan ‘sesuatu’ yang lebih dari tulisannya tersebut, ‘sesuatu’ yang sepertinya tak pernah ia sampaikan pada Indomie.

Tulisan, sama seperti karya intelektual lainnya, punya harga yang relatif, dan hanya sang pemilik yang bisa menentukannya. Seorang penulis berhak meminta bayaran setinggi apapun, atau bahkan berhak memberikannya secara cuma-cuma bila ada yang meminta. Hazmi yang ‘katanya’ merupakan seorang penulis harusnya mengerti betul tentang copyright, dan dia secara sadar telah memberikan copyright terkait tulisannya kepada Indomie, lalu apa lagi yang perlu diperdebatkan?

Lucunya, kini tulisannya dicopas oleh banyak orang dan tersebar di website-website lain, apakah Hazmi akan kembali nyinyir? Atau ia hanya nyinyir kepada Indomie dan tidak pada yang lain?

Ahh, Kutu nanya mulu … tidurnya kapan *mendadak ngorok*

NP : “Be gentle, don’t always blame others.”

Gambar 1

Gambar 2

3 responses to “Indomie & Hazmi, Sebuah Drama …

  1. Jangan tanyakan mengapa seseorang membencimu sebelum kamu tanyakan dirimu sendiri mengapa kamu peduli akan hal itu.

  2. Berhenti menyalahkan masa lalu cobalah tuk menerimanya dan memahami bahwa ia telah jadikanmu pribadi yg lebih kuat

  3. The champions are those who still believe in the dream even if others do not believe it

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s