Arogansi … Ohh … Arogansi

Sebenernya kutu juga bingung mw posting apakali ini, karena lagi serius Skripsi, n aktif di Kaskus.Us ngobrolin Ilmu Alkemi sama Mitologi mulai dari Mitologi Yunani sampai Mitologi Norse. Silahkan dibaca bacaan singkat berikut yahh …

Surat Pembaca ini dimuat di harian Kompas hari ini, 16 Juli 2010 :

Sebagai tetangga dekat Pak SBY, hampir saban hari saya menyaksikan arogansi Patroli dan Pengawalan (Patwal) iring-iringan Presiden di jalur Cikeas-Cibubur sampai Tol Jagorawi. Karena itu, saya –juga mayoritas pengguna jalan itu– memilih menghindar dan menjauh bila terdengar sirene Patwal.

Namun, kejadian Jumat (9/7) sekitar pukul 13.00 di Pintu Tol Cililitan (antara Tol Jagorawi dan tol dalam kota) sungguh menyisakan pengalaman traumatik, khususnya bagi anak perempuan saya. Setelah membayar tarif tol dalam kota, terdengar sirene dan hardikan petugas lewat mikrofon untuk segera menyingkir. Saya pun sadar, pak SBY atau keluarganya akan lewat. Saya dan pengguna jalan lain memperlambat kendaraan, mencari posisi berhenti paling aman.

Tiba-tiba muncul belasan mobil Patwal membuat barisan penutup semua jalur, kira-kira 100 meter setelah Pintu Tol Cililitan. Mobil kami paling depan. Mobil Patwal yang tepat di depan saya dengan isyarat tangan memerintahkan untuk bergerak ke kiri. Secara perlahan, saya membelokkan setir ke kiri.

Namun, muncul perintah lain lewat pelantam suara untuk menepi ke kanan dengan menyebut merek dan tipe mobil saya secara jelas. Saat saya ke kanan, Patwal di depan murka bilang ke kiri. Saya ke kiri, suara dari pelantam membentak ke kanan. Bingung dan panik, saya pun diam menunggu perintah mana yang saya laksanakan.

Patwal di depan turun dan menghajar kap mobil sang wartawan, memukul spion mobil saya dan memukul spion kanan sampai terlipat. Dari mulutnya terdengar ancaman,“Apa mau Anda saya bedil?”

Setelah menepi di sisi paling kiri, polisi itu menghampiri saya. Makian dan umpatan meluncur tanpa memberi saya kesempatan bicara. Melihat putri saya ketakutan, saya akhirnya mendebatnya. Saya jelaskan situasi tadi. Amarahya tak mereda, malah terucap alasan konyol tak masuk akal seperti “dari mana sumber suara speaker itu?”, atau “mestinya kamu ikuti saya saja”, atau “tangan saya sudah mau patah gara-gara memberi tanda ke kiri”.

Permintaan saya dipertemukan dengan oknum pemberi perintah dari pelantam tak digubris. Intimidasi hampir 10 menit yang berlangsung tepat didepan Kantor Jasa Marga itu tak mengetuk hati satu pun dari anggota Patwal lain yang menyaksikan kejadian itu. Paling tidak, menunjukkan diri sebagai pelayan pelindung masyarakat.

Karena dialog tak kondusif, saya buka identitas saya sebagai wartawan untuk mencegah oknum melakukan tindak kekerasan. Ia malah melecehkan profesi wartawan dan tak mengakui perbuatannya merusak mobil saya. Identitasnya tertutup rompi. Oknum ini malah mengeluarkan ocehan, “Kami ini tiap hari kepanasan dengan gaji kecil. Emangnya saya mau kerjaan ini?”

Saat rombongan SBY lewat, ia segera berlari menuju mobil PJR-nya, mengikuti belasan temannya meninggalkan saya dan putri saya yang terbengong-bengong.

Pak SBY yang kami hormati, mohon pindah ke Istana Negara sebagai tempat kediaman resmi presiden. Betapa kami saban hari sengsara setiap Anda dan keluarga keluar dari rumah di Cikeas. Cibubur hanya lancar buat Presiden dan keluarga, tidak untuk kebanyakan warga.

Surat Pembaca

Surat Pembaca

Speechless deh mau ngomong apa, masih jaman y hari gini maen ancem mau nembak lah … pake curhat tiap hari kerja kepanasan lahh? Itu kan tanggung jawab situ, kalo gak mau yah gak usah kerja, jangan malah marah2 sama warga sipil. Jadi inget deh ada Presiden Negara Tetangga yang gak mau pengawalnya pake sirine, karena terdengar seperti simbol arogansi, mungkin kita harus belajar banyak dari sana ^^

Pengawalan Presiden

Pengawalan Presiden

10 responses to “Arogansi … Ohh … Arogansi

  1. keren tulisannya,,,salam hangat,,,

  2. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Untung rumah saya jauuuuuuuh banget dari ediaman para presiden….

  3. Wah kok gitu ya? Benar2 arogansi. Manusia2 semacam itulah yang sejatinya sampah di mata masyarakat termasuk di mata tuhan. Saya juga muak dengan logat oknum pejabat zaman kini. Keberadaannya menciptakan hawa ke sombongan, Cuma di saat hari pilihan saja para sampah2 ini mau ramah sama kita. Di tempat saya juga tak asing lagi dengan para sampah2 ini ber konfoi dengan mobil2 mewah sementar di depan sekali 1 mobil patroli bersirene yang memuakkan itu.

  4. hmm.. yang bekerja di jakarta pasti sering mengalami hal yg tidak enak saat presiden atau pejabat lain mo lewat ya.. aku siy belum pernah mengalami, krn di Bogor kerjaannya. btw, enaknya Presiden naik pesawat/helikopter ya kalo kemana2, karena Indonesia kan padat banget lalu lintasnya

  5. Kapan ya para pejabat itu sadar??

    Semoga semua pejabat tinggi negara di Jakarta membaca surat pembaca itu…😐

    *hare gene ga baca koran??*

  6. Udah macet saban pergi – pulang kerja,,tapi lebih parah klo udah ketemu rombongan pejabat (apalagi klo yg lewatnya RI-1 atau RI-2)..
    tambah parah dah,,,15 menit jalan ditutup,,,
    tinggal tunggu aja efeknya,,,masuk kantor pasti telat lagi..
    Resiko orang susah….

  7. Itulah…kupikir yg arogan kok pengawalnya ya….ga cuma pengawal apresiden…cuman menteri aja juga arogan lo pengawalnya… (gumun)

  8. tragis..sangat tragis..pemimpin seharusnya bisa memberikan ketenangan..bukan menambah kesusahan walaupun sebesar titik dzaroh..

    ..masih teringat..keteladanan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam…juga para kulafaur rasyidin..Abu Bakar..Umar…mereka begitu mengerti akan rakyatnya…

  9. ternyata yang bayar pajak malah harus mengalah ….

  10. Arogansi yang sistematis dan tidak terkontrol… sudah menjamak dimasyarakat kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s