Back to Wayang …

Wayang Kulit

Wayang Kulit

Di tengah zaman modern ini, mungkin banyak yang lupa akan Kebudayaan Indonesia yang bernama “Wayang.” Ada Wayang Kulit, Wayang Golek, Wayang Orang, dll, tapi tak satu pun yang diminati, sebagai contoh aja kayaknya dah jarang banget sekarang tayangan wayang di TV, iya kan?

Kutu termasuk orang Jawa, karena nenek dari Salatiga, yang identik dengan wayang kulitnya. Om kutu bahkan dulu mantan dalang sampe ngerti Bahasa Jawa yang paling halus, Kromo Inggil klo gak salah, jadilah kini (walau gak bisa bahasa jawa, duhh malunya ^^) Kutu lagi seneng dengan segala tentang wayang. Karena faktor bahasa yang bikin kutu gak bisa ngikutin jalannya pertunjukan wayang beneran, maka kutu lebih berkutat mempelajari terlebih dahulu cerita di belakang wayang itu sendiri, biasanya disebut “Lakon.”

Peperangan Ramayana

Peperangan Ramayana

Lakon dalam wayang kulit biasanya tak lepas dari 2 Wiracarita klasik : Mahabharata (Bharatayudha) dan Ramayana, walau banyak juga sih pertunjukan yang mengambil cerita2 lain. Pasti anda pernah mendengar nama-nama seperti : Arjuna, Bima, Gatotkaca, Srikandi, Rama, Shinta, Hanoman, Nakula, Sadewa, Yudhistira … Bahkan beberapa kita bernama seperti itu, atau memberi nama anak-anak kita dengan nama mereka (klo hanoman kayaknya gak mungkin ya, hee), nama-nama itu berasal dari cerita pewayangan tapi pernahkah kita mencoba menelisik, siapa sih mereka sebenarnya?

Sebenarnya cerita-cerita wayang itu berasal dari budaya Hindu Kuno, dibawa dari Tanah India ke Tanah Jawa, dan akhirnya mengalami beberapa perubahan dari cerita aslinya. Contohnya Mahabharata, adalah kisah perang saudara antara Pandawa dan Korawa (yang sebenarnya adalah saudara sepupu) yang terjadi di Kurukshetra sekitar tahun 3000 SM (hampir 5 Milenium yang lampau, lama juga yahh).

Pandawa Lima

Pandawa Lima

Dari situlah dikenal nama Pandawa Lima yang saudara seayah (semuanya anak-anak Pandu, hasil pernikahannya dengan Kunti dan Madri). Mereka adalah Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Di sisi lain ada Korawa dipimpin oleh Duryodana dan 99 saudara kandungnya. Nama-nama Korawa memang jarang kita kenal karena mereka memang disifatkan dengan keburukan, berbeda dengan Pandawa yang dianggap membawa panji-panji kebenaran.

Ahh … Kutu takut salah klo kebanyakan ngomong tentang sesuatu yang kutu baru tahu, hee … tapi yang pasti, cerita pewayangan itu banyak memuat kisah2 menarik yang berguna bagi kehidupan kita. Minta masukan dari para penggila wayang yang lain dunk, hee ^^

9 responses to “Back to Wayang …

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Wah pencerahan buat saya yang jawa tulen tapi kurang paham wayang. Pengen nonton tapi gak kuat ngikutin ceritanya yang lamanya bukan main….

    klo kutu yahh … karena gak ngerti bahasanya, hee hee

  2. Bundo ngga begitu paham wayang
    baru sedikit ngerti setelah baca kisah pewayangan di blog Pakde dan Kyaine

    klo diajak nonton wayang semalam suntuk? hayuukkk..!!!

    beneran kuat neh bundo bergadang buat nonton wayang? hee … kutu juga sama bundo, gak ngerti sih awalnya, coz gak bisa bahasa jawa, hee

  3. D daerh kosan srg ad pmentasan wayang. Tp gr2 kendala bhsa, jdi blum bisa nonton.. Hehe

    sama dunk kita, hee … toss dulu ahh fii ^^

  4. iya neh aq juga dah lama gak nonton wayang golek nya kang Asep Sunandar…

    Salam Hijau.

    kayaknya dalam waktu dekat ada pertunjukan wayang Ki Anom Suroto … tp entah jg dmana

  5. Nda ga seberapa ngerti dgn dunia pewayangan, meskipun dl sering didongengi oleh bpk.

    enak yah bapaknya suka cerita … bapak kutu mah kerjanya tembak2an, hee, gak ada waktu buat cerita2 sama kutu

  6. Banyak filosofi yg bermanfaat dari cerita wayang, thanks!

    betul sekali itu kang … kita musti banyak2 belajar dari cerita2 itu

  7. nonton wayang semaleman? nyerah deh…ga sanggup dan ga ngerti. Tapi gini-gini teteh pernah loh baca buku tentang kisah pewayangan gitu. tapi dalam bahasa indonesia tentunya…..asyik juga tuh buku

    kutu cuma sempet liat2 doank di toko buku, tp gak ada yg model kutu pengenin. Kebanyakan fiksinya … or malah kebanyakan faktanya, pengen yg sedeng2 aja gt, mungkin komiknya RA Kosasih boleh lahh

  8. udah baca buku anak bajang menggiring angin karya sindhunata? (kl g salah judulnya itu,agk lupa dlu bacanya pas smp siy hhe) itu pake wayangnya bahasa indonesia kok..

  9. jelas gw lupa banget. secara kaget pas baca Togog Menggugat Negeri Maling. susahpayah studibanting dan studianjing eh studibanding, padahal kearifan lokal segambreng😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s