Tung … Itung … Berapa Harga Komputer Anggota DPR?

Anggota DPR Tidur

Anggota DPR Tidur

Kemarin kita udah “Berkencan dengan Buku”, entah kenapa sekarang Kutu berminat ngobrolin sedikit soal kelakuan wakil rakyat kita, boleh kan yah sedikit nyerempet2 politik? Berawal dari berita yang sedang santer sekarang tentang pengadaan komputer di DPR yang katanya sih muahaaaalll. Naluri kutu sebagai mahasiswa IT yang harusnya “ngeh” komputer pun terpanggil dan mencoba menghitung benarkah ada yang salah dengan pembelian komputer-komputer tersebut. Berawal dari DetikNews.Com, kutu mendapat info kalau yang dibeli oleh Sekretariat Jenderal DPR adalah Dell Studio One 19 Desktop, begini neh gambar dan spesifikasinya :

Dell Studio One

Dell Studio One

  • Processor Intel Core 2 Quad Processor Q8200 ($169)
  • OS Windows 7 Home Premium ($119)
  • Monitor 18.5” W LCD ($157)
  • DVD + RW ($32)
  • RAM DDR2 4GB ($89)
  • Harddisk 640 GB ($64)
  • Graphics Card NVidia Geforce 9400 Integrated ($32)
  • Stereo Speaker ($8)
  • Wireless Mouse & Keyboard ($33)
  • Printer Multifungsi ($370)

Kutu gak bisa dapet informasi berapa harga Motherboard dan Casing yang dipakai, tapi perkiraan sih sekitar $473 mengikuti harga di Website Dell yang sudah termasuk garansi 2 tahun.

Yuk kita total … : $1569,

Tapi ternyata yang diminta DPR : $1694,

uups ternyata ada selisih : $125 = Rp 1.185.000

Terlihat kecil yah?

Bagaimana setelah dikalikan jumlah komputer yang dibeli : 687 buah x Rp 1.185.000 = Rp 814.095.000

Kemana uang itu? Kutu sih husnudzhon aja, mungkin buat ngurus segala macem surat-surat pembelian, ongkos transportasi, uang rokok, dll. Tapi bukankah uang itu cukup besar yah kutu, hampir 1 M, dan bukankah kalau kita beli komputer banyak justru dimurahin, bukannya malah dimahalin? Yah, kalau itu hanya DPR yang bisa menjawab.

Tapi sayang Kutu gak semudah itu dikadalin (duilah, bahasanya ^^). Komputer dengan spesifikasi yang sama sebenarnya cocok untuk pekerjaan :

  • Programming dengan komputasi rumit.
  • Game kecil dan besar dengan efek yang begitu real.
  • Desain 3 dimensi dengan proses “render” yang berat.
  • Photo Editing dengan Software Rekayasa Gambar yang kompleks.

Apakah salah satu dari pekerjaan di atas adalah pekerjaan Anggota DPR?

Maaf jawabannya : T I D A K.

Yang mereka butuhkan paling hanya komputer untuk mengetik, membuat presentasi, mencari materi di internet, atau berkomunikasi dengan pejabat di daerah lain untuk konsolidasi program-program untuk menyejahterakan masyarakat. Dan kalau mereka memang hanya ingin fokus ke arah situ, ditambah lagi dengan kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang kian memprihatinkan, seharusnya mereka berani bersikap dengan MENOLAK atau MEMINTA GANTI komputer-komputer tersebut dengan yang lebih murah. Namun bila dengan komputer tersebut mereka ingin bermain game, mendengarkan musik, menonton film, chatting dengan pacar atau simpanan, dan mungkin main Facebook sekalian, maka habislah kata-kata Kutu buat mereka.

DPR Berkelahi

DPR Berkelahi

Bila kesulitan mencari spesifikasi komputer untuk para Anggota DPR, Kutu pun dengan senag hati menyiapkannya. Dengan harga yang lebih murah, sesuai dengan spesifikasi pekerjaan, dan tak kalah bagusnya, biar Kutu yang rakit semua gak usah pake bayaran (nasionalisme tingkat tinggi mode : on) :

  • Processor Intel Core 2 Duo E7300 ($113)
  • OS Windows XP Home SP2 ($82)
  • Monitor ASUS VW161D 15.6″ ($108)
  • DVD + RW ($32)
  • RAM DDR2 1GB ($27)
  • Harddisk 320 GB ($50)
  • Graphics Card NVIDIA GeForce 8400GS ($32)
  • Stereo Speaker ($8)
  • Mouse & Keyboard ($19)
  • Printer Multifungsi ($77)

Plus tambahan seperti Motherboard dan Casing sekitar $ 73.

Sehingga totalnya : $621 = Rp 5.887.080

Jadi selisih harga tiap komputer yang bisa dihemat : Rp 16.059.120 – Rp 5.887.080 = Rp 10.172.040

Bila dihitung dengan seluruh alokasi dana,

berarti DPR bisa berhemat : Rp 10.172.040 * 687 = Rp 6.988.191.480

Ini hampir sama dengan 7 MILIAR. Bayangkan apa saja yang bisa dibuat DPR dengan uang sebanyak itu daripada hanya untuk sebuah komputer yang nantinya bisa disalah gunakan untuk keperluan pribadi. Semoga kepribadian dan moral mereka gak menular ke masyarakat yang lain.

***

Keterangan dan Komentar :

  • Semua Harga bisa dilihat di Bhinneka.Com dengan kurs Rp 9480 / $ 1
  • Sekretariat DPR meminta dana sebesar Rp 11.030.000.000 untuk pembelian 687 buah komputer.
  • “Pemborosan, cuma gaya-gayaan aja. Apa ini mendukung produktivitas anggota DPR juga tidak,” (Danang Widyoko, Koordinator ICW)
  • “Tidak ada relevansinya sama sekali, memang DPR itu apa sih kerjanya?” (Prof. Iberamsjah, Pakar Politik UI)
  • “Saya pribadi menilai barang itu terlalu mewah” (Roy Suryo, Anggota Komisi 1 DPR)
Intel® Core™ 2 Quad Processor Q8200 (2.33GHz, 4MB, 1333MHz FSB)

57 responses to “Tung … Itung … Berapa Harga Komputer Anggota DPR?

  1. ntar bundo pesenin satu buat Kutcay yaa..😀

    asyikkkk … kutu tunggu di Jakarta yah bundo ^^

  2. analisis yang kritisMas. Semoga mereka diberi penerangan oleh sang Kutu.
    Mbuhlah DPR ini😦

    cuma berusaha memberikan pendapat dari sudut pandang yang merupakan keahlian saya kang, aminnn … mari sama2 berdoa untuk mereka

  3. wah..posting ktitisi yg ok banget nih……..
    semoga saja habis ini anggota dpr gak minta beli laptop..

    bukannya waktu itu udah ya buat anggota yang lama, gak tahu deh klo anggota yang baru minta lagi ^^. Susah emang, mereka di sana cari duit sih

  4. Hmm, prihatin juga jadinya…

    sama mas … kita hanya bisa mendoakan kebaikan untuk negeri ^^

  5. Wah bisa pegang proyek juga nih… kang Kutu hehehe….
    Sebenarnya mereka mikirin rakyat gak ya???

    Saya aja masih pake w98 dan wxp home editions sudah bisa kemana-mana dan mungkin lebih banyak daripada anggota dewan tersebut.

    hee, boleh neh klo mbak punya kenalan kontraktor dewan, tapi klo jaringan KKN susah ditembus sih mbak ^^. Hee, udah kemana2 gmana neh?

  6. Wah…sampe segitu yah 😛

    sejauh analisa kutu tentang kerjaan mereka sih begitu kang, coba aja yg ngerti spec komputer bisa dikritisi harga2nya ^^

  7. benar-benar tidak adil nih…
    masak disediain komputer dengan spesifikasi yang jos… yang fungsinya ndak seberapa.. malah ditinggal tidur… ediannnn….
    mendingan komputer itu lemparin aja ke saya.. untuk nyatet semua pegawai2 dpr yang tidur… hahahaha…
    hmm.. kalau begini nyanyian bang iwan bener juga ya…
    sungguh ironis….
    mudah2an bapak2 yang tidur itu mimpi buruk biar cepet bangun.. xixixix..
    salam hangat kutu,

    sabar sabar mas … harus tetap berpikiran sehat biar gak kayak orang yg doyan tidur itu. Hmm, inilah realitanya, bukankah penemapatan segala sesuatu yang tidak pada tempatnya adalah bentuk kezhaliman? salam hangat juga di sabtu pagi

  8. DPR ini fenomena yang menarik namun ironis buatku. Mereka mendefinisikan diri sebagai wakil rakyat, namun justru kebalikannya di kenyataan. Bermewah-mewahan menjadi budaya di kalangan pejabat. Ya iyalah, kan butuh duit tuh untuk duduk di kursi. Bahkan anggota DPR dapet pensiunan juga lho setelah selesai masa jabatannya. Ckckck… entah mau diarahkan kemana Indonesia ini…

    kira2 duit sebanyak itu mau diapai yah? dikubur sama mayatnya ketika wafatkah? selingkuh dengan wanita lain kah? beli mobil mewah yang sekali tabrak ringsek kah? gak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini, mbok ya sadar gt lho. Hee, Mbak Yani apa kabar neh? kmaren pemilu nyoblos gak sih ?

    • dunia ini fana, harta tak dibawa mati. mgkn mereka ngga nyadar kalo harta adalah ujian.. sbg warga negara yg baik (ceile), aku ikut pemilu. tapi bingung juga pas milih legislatif, ngga da yg kenal😀 jadinya ya contreng partai lagi partai lagi. aku cerita ttg surat suara di blogku, tapi yang pilpres: Surat Suara Pilpres ku

  9. Kutu… maaf, saya emosi membaca ini…
    *menghela nafas panjang dulu*
    *sudah mulai tenang*
    *lanjut komen*

    Kampus saya mengajukan anggaran untuk laboratorium praktek mahasiswa jurusan TI, susahnya minta ampun. Harga per unit yang kami ajukan hanya Rp. 6jt. Itu pun sudah dianggap terlalu besar. Padahal, fungsinya adalah untuk mencerdaskan generasi bangsa ini. Sementara, untuk KESENANGAN para “wakil rakyat” itu, bangsa ini harus menanggung beban yang sangat berat. Pantas, jika negara kita semakin jauh tertinggal…!

    *berhenti komen*
    *semakin emosi soalnya*😦

    itulah realita orang-orang yang katanya wakil rakyat, mereka sih bilangnya tiba2 ada di meja tanpa mereka tahu. Kalau mereka punya hati yang pro rakyat, pasti langsung minta ganti sama yang lebih murah dunk. Tenang uda, bukan uda doank yang emosi, kutu juga koq … T-T. Pantes aja pemenang olimpiade pada ke luar negeri, mereka di sini gak dikasih komputer, wong duitnya buat biayain anggota dpr maen facebook

  10. sepertinya harga yang disampaikan diatas masih terlalu tinggi untuk anggota DPR yang cuma maen fesbuk, cukup kasih netbook saja yg kisaran harganya 3 – 4 jt, toh buat apa high end level klo cuma dipakai pajangan ..
    mending di kasih ke saya aja … hehehehe

    haa … biar mewah dikit mas, kan katanya klo pejabat itu musti jaga prestise, pagar aja dibangun sampe 22 M, dah gitu masih kurang pula. Ckckck, kapan puasnya sih anggota dewan yang terhormat?

  11. Selamat Pagi Mas Adit..

    selamat pagi juga kang badruz, apa kabar neh?? lama gak keliatan ^^

  12. saya ampe mau nangis bacanya, satu komputer itu bisa buat kasi makan ribuan orang… apakah layak mereka disebut wakil rakyat…

    sabar yah mbak, jangan nangis. Kita hanya bisa berdoa semoga Tuhan membuka mata hati mereka

  13. sesekali boleh lah mas, mengkritis perilaku anggota dewan kita dan kesalahan anggaran negara yang begitu2 itu, mungkin lebih tepatnya…ketidakluwesan bermewah2 fasilitas…sementara akhir2 ini kita di suguhi kinerja anggota dewan yang membosankan. apalagi pansus century…..membosankan….

    kayaknya berbanding terbalik gt yah, hufh … apa sih maunya mereka

  14. yang jelas memakai laptop jelek itu…nggak enak. jadi anggota dewan intinya kepengin yang enak-enak😆 saja…

  15. Saya datang mengunjungi sahabat tersayang sambil membawa doa semoga sahabat selalu dikarunia kesehatan yang prima, kesuksesan,kesejahteraan, rejeki yang melimpah, halal dan barokah serta kebahagaiaan yang hakiki. Amin
    Salam hangat hangat dari Surabaya

    salam hangat pakde dari ibukota, semoga silaturrahmi kita bisa terus terjaga, jadi tersanjung selalu dikunjungi orang sehebat pakde ^^

  16. ‘hiks’ … *sambil liat notebook saya .. yg sdh teriak minta ditambah ramnya* ..😀

    Tulisan yang bagus mas *sambil mengacungkan dua jempol tangan dan dua jempol kaki*😀

    Saya doakan semoga mereka anggota DPR diberi hidayah sama Allah SWT. (Amin … Yaa Allahumma Amin)😉

    PC kutu malah mati total mbak gara2 motherboardnya bermasalah, sampe sekarang belom bisa dibenerin coz duitnya gak ada, sementara mereka tinggal tidur doank dapet komputer T-T

  17. wah2,, itung2nya mantep,, wktu kuliah akuntansi nilai’y berapa,,hehe,, becanda ding,,

    hmmm,, smkin aneh sja ya indonesia ini,, di slah satu bagian bumi pertiwi ini masih ada yg menangis klaparan,, tp di bagian bumi lain,, masih ada yang suka “main2”

    sayangnya kutu gak pernah ikut kelas akutansi … cuma seorang mahasiswa IT biasa, lihat aja mbak, Allah pasti akan memberikan balasan T-T

  18. mereka keknya masih merasa hidup di zaman kolonial di mana masih sedikit rakyat Indonesia yang terdidik dan terpelajar. makanya mereka santai aja minta anggaran ngaco soal pengadaan komputer ini.

    harusnya dari awal calon anggota DPR ini udah bikin pernyataan hitam di atas putih bahwa mereka tidak akan menghambur2kan uang negara dengan percuma.

    kayaknya bakalan sulit mas … bener apa yang dikatakan Gie, mereka semua munafik

  19. yah makanya bnyak yg mau jadi anggota bukan mengemban amanah dari rakyat malah bersenang2 dengan barang2 mewah *ikut emosi*
    salam

  20. Fasilitas berlebihan untuk kerja kadang disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawa. Maunya ngambil enak aja, kurang mikir pada yang prioritas, mana yang tidak. Mereka lebih pintar dari saya, ya mestinya lebih bisa mengapresiasikan kemanpuan negara dengan keadaan sekarang….

  21. Assalamu’alaikum, saya prihatin dengan hal ini, sayangnya saya tidak mengerti banyak tentang komputer. (Dewi Yana)

  22. apa ga sebaiknya anggaran laptop di beliin kasur empuk aja…lebih pas kayaknya

  23. Emang mau presentasi dengan 3DMax?? Space nya cocok buat para gamer tuh..:D

  24. jiaaah jadi tambah kesel sama mereka

  25. kalo saya jadi presiden akan saya bunuh semua kemewahan anggota dpr dan menghukum mati anggota dpr yang lalai akan kewajibannya

  26. mangkanya kursi dpr selalu laku utk diperjualbelikan🙂

  27. enak banget sambil tiduran gitu saking asyiknya internetan

  28. jangan2 tiap periode anggota DPR ggti kompie…
    weekkzz…rugi negara ini mahh namax..
    *ngelus dada*
    kebvo juga jdi bertanya2 kut…apakah smua anggota DPR menggunakan kompiex???? *ngelus kepala* :p

  29. the riza de kasela

    Processor Intel Core 2 Quad Processor Q8200 ganti dengan Core 2 Duo
    Monitor 18.5” W LCD cuma Rp1300000
    DVD + RW cuma Rp250000
    RAM DDR2 4GB ganti 2GB
    Harddisk 640 GB ganti 320GB
    Printer Multifungsi ada yg gak nyampe Rp650000

  30. wew… mahal juga ya, speknya terlalu tinggi kayaknya. tidak efisien!

  31. akan lbh bermanfaat dibelikan laptop murah dibagi2 kepada para blogger yg biasa nyewa di warnet😀

    pengalaman pribadi ya mbak, hee hee ^^

  32. mending beli produknya anak negeri ya….ngakaryakeun pemuda2 pintar macam kutsay ini….

  33. ngeri ya..mereka mau buat apa toh canggih-canggih gitu dit?ckckck..
    masak ngegame waktu rapat ato kerja? haha..😆

  34. wah bagus2 speknya cuman, kadang kerjaannya buat apa yak ?!? kan bukan programmer atau apa ?!

  35. Entah kenapa kok saya kali ini sepakat dengan RS ya?

    Dan komputer itu malah membuat saya stres, printer ga bisa buat scan, wifinya mati, sampe orang dellnya datang cek.

    Dan betul, memang terlalu canggih dan saya tetep cuma pake untuk ngetik dan internet doang. Chat pake webcamnya aja ga tau caranya. Kutu mo ngajarin? Maen dong sesekali…

    mbak nunik kerja di DPR yah? boleh gak mampir sesekali ?? ^^

  36. tadinya saya tau komputer untuk dpr mahal, sekarang saya tau berkat Kutu tentang detil harga komputer tersebut. terimakasih, semoga terbuka mata hati-nya “mereka” untuk benar-benar membangun bangsa. Sukses…!

    hanya berbagi info mas, sesuai bidang saya, semoga bermanfaat ^^

  37. yeah, kutu lupa akan sebuah peribahasa;
    “Kalau bisa dipermahal kenapa musti dipermurah?”

  38. kukira mereka bisa beli laptop atau notebook yang lebih fleksibel dibawa kemana2. Ya belinya pakai uang sendiri. Biar anggarannya bisa dipakai buat membangun yang lain.

  39. yang kaya makin kayaa
    yang miskin makin miskin begitu lagu dangdut masa dulu
    hitungan tidak ada kalik ya

    datang berkunjung dan kayaknya yang pertama dech

    salam dari pamekasan madura

  40. Fasilitas yang baik tentunya harganya juga mahal, asalkan hasil dari kinerja para anggota DPR-RI sesuai dengan fasilitas yang telah disediakan oleh negara yang menggunakan uang rakyat. Tidak mungkin juga bagi mereka menggunakan fasilitas untuk kerja dengan produk abal-abal. Selagi fasilitas itu sebagai penunjang pekerjaan kenapa tidak ???…….
    Yang terpenting adalah kita sebagai masyarakat harus menjadi warga negara yang kritis untuk menjadi pengontrol laju jalannya pembangunan di negeri ini.
    Satukan tekad untuk menjadi bangsa yang BESAR.

  41. Ya sebenarnya aku bingung ma anggota DPR, kalau yang murah n malah efisien seperti netbook knapa tdk dilakukan mereka ya! Atau mikir debat yang lain lagi bosan jd ya dialihkan ke debat komputer ya?
    Semoga rakyat tdk ikut2an spt wakil mereka itu!

  42. itulah bukti nyata. bahwa perkiraanku itu tidak salah. siapapun yang pengen jadi pejabat. yoa tak lebih buat nuruti ego-nya thok.

  43. Setuju ma kutu! Spek Kompi ane yg buat kerja render game 3D aja ga sampe segitu. Apalagi kerja DPR kan cuma buat ngetik doank! Ga usah pake kompi yg tlalu mewah, kasian warga Indonesia mending dipake buat hal2 yg lebih b’manfaat kayak dana pendidikan!

    BTW, saya mau bantuin kutu ngrakit kompi buat anggota DPR! hehehehe

    boleh neh kita jadi rekanan bisnis yah mas … dengan asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ^^

  44. semoga mereka juga baca tulisan Kutu in, agar sadar , mereka hanya menghabiskan uang negara/uang rakyat dgn sia2.
    padahal kalau saja kompinya dipakai utk ngeblog, kan lumayan juga , ya gak Kutu ? he…….he…..
    salam.

    kompie itu buat kutu? hufh hufh, mauuuuuuuuuuuuu ^^

  45. Mungkin mereka butuh untuk ngeblog, seperti kata bunda..
    Atau untuk pemodelan yg rumit, karena menyangkut problem kehidupan masyarakat yg semakin kompleks, sehingga butuh komputer bagus (halahh..), hehehe… Persamaan DPR vs artis terletak pada : Cari sensasi…

  46. Ping-balik: Ground Coffee #2 : Menyingkap DPR « KutuBacaBuku

  47. he..he..kreatif mas adit. sepertinya harus dibuat tulisan yaang sebenarnya dan dikirim ke media massa hitung-hitungannya mas adit ini.

  48. Ping-balik: Kopdar Dengan Kutu Baca Buku [1]

  49. Pejabat sejak dulu mintanya dimanja dengan segala2nya(ABS=Asal Babe Senang).Dulu ada Proyek Pejabat mau Pensiun, dll.Mungkin Calculator umumnya dng Calculator nya Pejabat beda ya.Ingat Bapak2/Wakil Rakyat pitutur orang dulu : Kalau Bapak senang sendiri anak jadi susah(gak kebagian)

  50. sisanya tu microsoft office dan antivirus.
    jadi gak ada selisih 125 dolar..
    begitu Aditya..
    yah sekedar perbandingan aja..
    kalo mereka pake microsot office profesional maka semua harganya dah dimurahin..
    keep smile yup

  51. Ping-balik: Anggota DPR | romeogadungan

  52. Makanan enak yang ditawarkan ke pria yang sedang marah akan memedam amarahnya.

  53. Menangis mungkin bukan solusi tapi terkadang dapat menjadi obat penenang

  54. Orang yang malas telah membuang kesempatan yang diberikan Tuhan padahal Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s