Selamat Datang di Surga Kemunafikan

Entah mengapa kutu begitu bosan dengan semua kemunafikan dunia? Mengapa semuanya harus takluk pada kesemuan dunia nan fana ini. Mohon maaf kalau tulisan ini dianggap hanya sekedar luapan emosi dari seekor kutu bodoh yang gak ngerti apa2 dan sombong karena merasa dirinya yang paling benar.

Berawal dari sebuah kritik tajam tentang sistem kesehatan dan manajemen rumah sakit di Indonesia yang begitu amburadul hingga timbul anekdot : “Rumah sakit itu bukan Rumahnya Orang Sakit, tapi Sebuah Rumah yang Sakit.” Kasus Prita Mulyasari contohnya, di mana kepentingan pasien dikorbankan untuk kepentingan finansial hingga akhirnya untuk menutupi malu memasukkan Prita ke penjara. Apakah situasi ini akan terus dilestarikan atau memang ada yang harus diubah?

Sebuah survey mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap dokter dan Rumah Sakit telah anjlok dengan drastis. Di mana2 biaya masuk Rumah Sakit melambung tinggi, dan untuk obat tetap aja masyarakat harus membayar mahal. Akhirnya semua berbondong2 pergi ke surga kemusyrikan di rumah dukun2 dan membiarkan para dokter makan gaji buta dan akhirnya harus menghalalkan segala cara agar manajemen Rumah Sakit bisa tetap makan. Apa situasi ini yang kita harapkan?

Sebuah kritik dikirimkan, dan hanya hujatan yang diterima. Semuanya takut untuk berubah, takut untuk menyuarakan kebenaran, takut untuk bertanggung jawab akan semuanya. Apakah prinsip “lempar batu sembunyi tangan seperti pengecut,” itulah yg terbaik di masa sekarang? Persetan dengan niat baik bila tidak ada perbuatan. Jadilah sebuah trenggiling yang “ngumpet” bila ada yang ingin menohoknya. Maaf, kutu bukanlah hewan rendahan seperti yang kalian kira, kutu adalah manusia yang punya prinsip untuk mengatakan yang hitam adalah hitam dan putih adalah putih. Ini baru masalah Rumah Sakit, maka tunggulah tulisan2 kutu tentang hal2 yang lain, dan mungkin sebelum nafas ini berhenti, tulisan2 itu akan terus mengalir dan mengguncang semua dinding kemunafikan. Kutu bukan siapa-siapa, kutu hanya ingin kalian menjadi sebuah apa-apa yang diperhitungkan orang.

Ya Allah, teruslah luruskan pemikiran kutu, dan tetapkan ia di dalam kebenaran. Takkan ada yang bisa menyakiti hamba kecuali dengan izinMu, dan takkan ada yang bisa memberi hamba manfaat kecuali dengan izinMu pula.

Salam Perjuangan dari Ibukota Kemunafikan …

11 responses to “Selamat Datang di Surga Kemunafikan

  1. itulah sebabnya mengapa orang-2 yg banyak duit justru memilih berobat keluar negeri, karena pelayanan yg mereka terima sebanding dengan mahalnya biaya yg harus dikeluarkan ….
    disini ? seorang teman malah kapok masuk RS Negeri karena musibah yg menyebabkan hilangnya anak kesayangan lantaran hanya menunggu kamar kosong ….
    mungkin sudah saatnya pemerintah membenahi masalah pelayanan sosial ini, atau bisa disebut sok sial ? who khnows …?

    jujur mas perhatian pemerintah terhadap bidang yang krusial ini sudah sangat rendah. Apakah hilangnya nyawa seorang warga negara tidaklah berarti dibandingkan uang 7.6 Trilliun??

  2. aku masih aneh dengan adanya hari libur untuk poliklinik atau praktek dokter. emang sakit tau hari libur gitu?
    coba ya, layanan kesehatan ini berprinsip seperti rumah makan…. tak ada kata hari libur

    Sekarang pelayan2 masyarakat itu hanya menganggap pelayanan sebagai keharusan demi mendapat gaji, belum bisa dibuktikan bagaimana kesungguhan mereka

  3. mudah2an kita nggak terjebak dalam lingkaran itu. saya sendiri kalau sakit lebih senang berobat ke rumahsakit yang lebih mengutamakan kesehatan pasiennya daripada sekedar urusan administrasi sepele..

    syukurlah. walaupun sedikit, masih ada RS yang lebih mengutamakan kondisi pasiennya daripada duit.

    alhamdulillah mas, masih ada oase di tengah gurun pasir. Smoga yg kayak gt semakin menjamur …

  4. waduh Mas, saya jadi inget masalah rumah sakit ini mungkin komentar saya sama dengan di http://www.sudeska.net/2009/12/soal-pelayanan-rumah-sakit.html
    Trims sekali Mas.
    Salam🙂

    berarti tidak bisa disalahkan yah kang orang yg berobat ke luar, karena orang kita sendiri gak berminta buat bikin dirinya untuk dihargai

    • Untuk yang mempertahankan jiwanya tentu saja Mas biarkan mereka memilih yang terbaik. Namun saya masih punya harapan besar perawatan untuk kesehatan di negeri ini akan membaik. Masih banyak para ahli medis di negeri ini yang baik. Saya khususnya sangat tergantung sama mereka🙂

      saya sendiri punya pujaan hati seseorang yang insya Allah akan menjadi bagian dari sistem tersebut, hee … mudah2an bisa menjadi dokter yang baik, aminnn

  5. berkunjung yaaa

    lam kenal

    ^_^

    salam kenal juga, sering2 berkunjung yah

  6. Pelayan2 masyarakat itu msh ada ko yg menjunjung tinggi ideologi profesiny… Sekedar menanggapi comment mba desri, Cb kt brpikir positif, knp poliklinik ada liburny, dokter2 jg pny kluarga yg butuh perhatian darinya dan butuh waktu untk brsama anak2ny…

    percaya koq klo di antara mereka masih ada yang menjunjung tinggi ideologi profesinya, cuma walaupun hanya 1 dokter yang bermasalah, tetap saja nyawa yang melayang karena ulahnya walaupun seorang tidak bisa dikatakan “hanya.” Entah mengapa, bidang “nyawa manusia” ini begitu berbeda dengan yang lain.

    Masalah comment mbak desri, yah mungkin tidak harus selalu dokter itu2 saja yang standby, bisa dilakukan rolling kan. Wong Klinik 24 jam saja bisa, masa rumah sakit besar tidak bisa

  7. Iya sy stuju pa kutu, bidang ini menyangkut nyawa dan sy jg sangat tdk suka dgn dokter yg bertindak arogan tidak sesuai SOP.

    Pa kutu,, d rumah sakit jg ada ko rolling spt itu… setahu saya, d setiap rumah sakit memang managemenny sdh spt itu, poliklinik ada liburnya…

    itu dia miss … knapa gak bisa dirolling di polikliniknya, cm nanya doank loh

  8. Wah, lagi sibuk rupanya kawan saya ini. Selamat Tahun Baru saja Mas. Semoga langkah kita di tahun ini akan semakin baik.
    Salam hangat selalu🙂

    iya neh mas, maaf blom bisa mampir … ditunggu aja yah di arkasala dan leysbook ^^

  9. mungkin nggak ya… sekolah kedokteran itu murah sebagaimana kuliah yang lain. kalau murah kan banyak yang masuk. jadi puskesmas…dokternya bisa banyaaaaaaak. mungkin perlu perbaikan puskesmas total mas, agar tidak hanya tersentral pada rumah yang sakigt itu.

    ada tetangga saya, mau kuliah kedokteran punya uang 50 jt, nggak bisa masuk mas, masuknya thok……segitu nggak boleh…. jahaaaaaat😆

    jawabannya adalah pemerintah belum berkenan melunagkan waktunya untuk bidang ini. Mungkin lebih berpikir untuk mengurangi biayanya supaya bisa gratis n menjadi senjata di pemilu berikutnya, soal SDM n sistem di dalamnya, masa bodoh lah. Kutu juga pengen kang jadi dokter, tapi duit dr mana yahhh …

  10. Ping-balik: Berkencan Dengan Buku « KutuBacaBuku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s