Indahnya Taubat …

Diriwayatkan bahwa seorang salaf berkata, “Sesungguhnya seorang hamba bisa jadi berbuat suatu dosa, tetapi dosa tersebut menyebabkannya masuk surga.”

“Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Orang-orang bertanya,

Dia menjawab, “Dia berbuat suatu dosa, lalu dosa itu senantiasa terpampang di hadapannya. Dia khawatir, takut, menangis, menyesal dan merasa malu kepada Robbnya, menundukkan kepala di hadapan-Nya dengan hati yang khusyu’. Maka dosa tersebut menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan orang itu, sehingga dosa tersebut lebih bermanfaat baginya daripada ketaatan yang banyak.”

Benarkah itu semua ?? Yap, sama sekali tak ada yang salah dengan percakapan itu. Apabila Alloh Ta’ala menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Alloh bukakan pintu taubat baginya. Sehingga ia benar-benar menyesali kesalahannya, merasa hina dan rendah serta sangat membutuhkan ampunan Alloh. Dan keburukan yang pernah ia lakukan itu merupakan sebab dari rahmat Alloh baginya

Lalu sekarang pertanyaannya, bagaimana cara bertaubat yang baik dan benar?

Para ulama tidak memberikan ketetapan cara yang pasti tentang taubat, karena taubat memang bukan amal jasmani melainkan amalan hati. Namun kita bisa menganalogikan bila kita menginginkan sesuatu dari seseorang, pasti kita membaik-baikkan dia terlebih dahulu, memberi inilah, itulah, dan lain sebagainya. Masa sih sama Alloh Tuhan Semesta Alam kita tidak memberikan apa-apa? Perbanyaklah ibadah untuk menyembahNya, sisihkan waktu malam untuk bersimpuh di hadapannya dan meratapi semua dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Alloh hanya memberikan syarat agar taubat kita diterima, yaitu:

(1) Menyesal, (2) Berhenti dari dosa, dan (3) Bertekad untuk tidak mengulanginya.

Taubat tidaklah ada tanpa didahului oleh penyesalan terhadap dosa yang dikerjakan. Barang siapa yang tidak menyesal maka menunjukkan bahwa ia senang dengan perbuatan tersebut dan menjadi indikasi bahwa ia akan terus menerus melakukannya. Akankah kita percaya bahwa seseorang itu bertaubat sementara dia dengan ridho masih terus melakukan perbuatan dosa tersebut? Hendaklah ia membangun tekad yang kuat di atas keikhlasan, kesungguhan niat serta tidak main-main. Bahkan ada sebagian ulama yang menambahkan syarat yang keempat, yaitu tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut. sehingga kapan saja seseorang mengulangi perbuatan dosanya, jelaslah bahwa taubatnya tidak benar. Akan tetapi sebagian besar para ulama tidak mensyaratkan hal ini.

Semoga Alloh memberikan hidayah kepada kutu untuk bertaubat atas semua dosa kutu … Fa Tawakkaltu alaallah, Laa Haulaa wa Laa Quwwata illa Billah …

inspired by : http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/syarat-taubat-diterima.html

5 responses to “Indahnya Taubat …

  1. terimakasih adit sudah mengingatkan.
    semoga kita termasuk hambaNYA yang selalu diingatkan untuk memohon ampunan. siapalah kita ini, sedangkan Rasulullah yang bersih tanpa dosa tak pernah henti bibirnya memohon ampun pada Allah.

    • sama2 bundo, sebenernya sih kutu lebih mengingatkan diri kutu sendiri yang sangat jauh dari yang namanya taubat … terkadang sedih terhadap maksiat, tapi tetap melakukannya terus menerus, jadi malu sama Allah dan diri sendiri, mari kita serahkan diri kita kepada Allah. Jaahid !!!

  2. Tauat harus dilakukan sesering mungkin dengan catatan tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang tidak baik.
    Salam hangat dari Surabaya

    Terima kasih banyak wejangannya pakde, kutu sedang berusaha untuk menerapkannya biar jadi makhluk Allah yang lebih baik, gak sekedar OMDO, hee, salam balik yg lebih hangat dari Ibukota

  3. terima kasih telah mengingatkan Mas Adit.
    semoga taubat kita selalu diterima olehNYA, walaupun kita selalu lupa dan lagi2 berbuat dosa.
    salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s