Aditya vs GM Asrama President (1)

Postingan ini saya maksudkan sebagai wujud ketidakpuasan saya dengan pengelolaan asrama President University. Kalo soal teke bengek perumahan sih g ada masalah, tapi dikarenakan saya juga menjadi seorang entrepeneurship di asrama (dengan dagangan galon qualita dan snack kriuk saya), semuanya menjadi masalah besar.

Dahulunya, waktu saya masih first year dengan RA (resident assistant) masih dipegang Pak Toha dan Bu Elas, suasana dormitory bener2 kayak asrama. Belum ada asrama AC, pengelolaan juga jelas. Pokoknya asrama banget deh perasaannya. Kedua RA itu pun sangat mengayomi kita2, berasa banget deh.

Namun sekarang semuanya berbeda, saya ceritakan urutan kisahnya ya…

Cerita ini dimulai ketika distributor air Qualita yang selalu ngirim air ke dorm saya tiap hari, bilang ke saya. “Mas, denger2 dari bos katanya gak boleh lagi jualan Qualita dsini. Bos tadi ditelepon sama GM (a.k.a General Manager, saya tak akan menyebut nama GM itu, dah tahu sendiri deh …)” Saya pun kaget dan langsung bilang dengan tenang, “Yaudah mas, nanti deh saya coba ngomong ma GM.”

Namun apa daya, beberapa hari GM itu gak ada di tempat jadi saya gak bisa ketemu dy. Nah, tiba2 teman saya, yang secara tidak langsung juga saingan saya karena dia berjualan galon AQUA, momo, dateng sama saya truz menanyakan tentang kasus saya sama GM. Ternyata dia didatengin langsung ma GM n bilang klo dia disuruh minta izin buat jualan Aqua. Di saat yang sama, GM juga bilang kalo saya DILARANG buat jualan Qualita karena saya memiliki merk yang sama dengan yang dipunyai pengelola.

Secara akal sehat, apa hubungannya ya saya sama mereka. Toh saya jualan, mereka tidak. Mereka hanya menyediakan air untuk penghuni asrama tanpa biaya. Saya mulai melihat gelagat tidak baik dari kejadian ini. Saya mencium bau politik yang hangat dari isu-isu yang beredar ini. Dan akhirnya saya baru menemukannya saat ini.

Begini hipotesis saya, ada ketidak sukaan dari mereka dengan usaha saya dan momo. Mereka menginginkan monopoli di asrama (dugaan ini makin jelas dalam sambungan posting saya ini), terutama dalam masalah air. Keesokan harinya, momo meminta kejelasan soal itu ke Pak Bambang di PU. Dan Pak Bambang bilang semua ok-ok saja, asal ada izin jelas. Momo pun memberikan izin itu, dan semua beres, tinggal saya yang tersisa.

Saya pun ikut menemui Pak Bambang dan beliau mengatakan hal yang sama, saya pun sedikit lega. Setelah itu, saya langsung meluncur ke asrama menemui pengelola Qualita untuk bersama-sama menemui GM. Nah di sini, baru jelas semuanya. GM mengatakan seperti ini pada saya, “Aditya, tadi kamu menemui Pak Bambang ya?” Saya jawab, “Iya, pak”. Raut mukanya sedikit berubah, “Sebenernya… boleh boleh aja kamu jualan di asrama. Saya cuma berpikir kalo merk kita kan sama, jadi bukankah lebih baik kalo DIKELOLA OLEH SATU PIHAK SAJA. tapi kalo kamu tetep mau jualan juga gak apa2. Asal ada prinsip BAGI HASIL lah, kasih sebagian keuntungan kamu sama kami. Itung2 buat ngasi security yang mengawasi keluar masuk barang. Jadi nanti tiap bulan kamu ngasih uang ke saya dulu, biar nanti saya yang ngurus ke security.”

Demi Allah, saya gak ngubah kata2 GM, istilahnya cuma saya copy paste dah. Dari sini keliatan kan maksud sebenernya dari kejadian ini, dia minta BAGI HASIL. Dari jamannya pak thoha, pak sonny, gak pernah ada yang minta bagi hasil. Mereka pengelola, tugasnya nanganin asrama, bukan buat cari untung. Saya sebagai penghuni, bebas buat ngapain aja asal gak ganggu orang lain, gitu kan peraturannya?? Lalu kenapa sejak GM-nya ini semuanya berubah ??

(bersambung …)

One response to “Aditya vs GM Asrama President (1)

  1. adit…km lg byk masalah?ya udah yg sabar yah?tp please hub aq…humaira jg butuh km.aq hrs cr km kmn lg?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s