Terinspirasi oleh tulisan Bunda Winda di http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2011/07/24/mama-penulis-anak-belum-tentu-suka-nulis/ yang ternyata merupakan salinan dari tulisan di blog-nya, Kutu terinspirasi untuk membuat tulisan serupa. Bukan nyontek lho Bunda, cuma terinspirasi, hehehe … kali ini bukan tema ibu-anak, namun dengan tema asmara, cieeeee.
Pertama-tama, Kutu tegaskan kalau ini bukan pengalaman pribadi (gak tahu dehh pacar Kutu suka baca juga gak yah? hee), cuma sedikit berbagi pengalaman (lho?!).
Terkadang saking cintanya kita kepada sang kekasih hati, saking kita pengen bikin si doi secocok mungkin dengan diri kita, maka seringkali kita memaksakan dia untuk menyukai atau bahkan mempunyai hobi yang sama dengan kita. Masih untung kalau pacar kita punya prinsip dan menolak kalau kita paksa dia untuk menyukai sesuatu, namun hal yang berbeda akan terjadi kalau pada awalnya dia mengikuti kemauan kita, tapi tidak dengan hati yang ikhlas, dan suatu saat bisa menjadi bumerang bagi hubungan kita.

Love
“Pacar Juga Manusia”
Mereka bukan robot yang bisa kita perintah-perintah, mereka adalah manusia yang punya rasa dan punya hati, yang gak pantas disamakan dengan pisau belati (maksudnya ??). Well … mereka punya kepribadian sendiri, mulai dari hobi, musik favorit, sampai warna celana dalam favorit … tuing tuing.
“Tapi membaca itu kan hobi yang bagus ??”
Siapa yang bilang kalau membaca itu gak bagus? Tapi apakah cuma membaca yang bisa dibilang bagus? Olahraga juga bagus, tapi terkadang orang yang suka membaca malah gak suka olahraga. Itulah mengapa setiap orang punya cara yang berbeda dalam memaknai hidup. Duilah Kutuuuuuu …
“Lalu bagaimana solusinya ?”
Kita suka membaca? Kita mendapatkan manfaat yang banyak ketika membaca? bagilah manfaat itu dengan pacar kita saat mengobrol berdua (kayaknya gak ada yah yang g suka ngobrol kecuali orang bisu
). Dengan begitu, pacar kita juga bisa merasakan manfaat yang kita terima, tanpa dia harus membaca.
“Lalu bagaimana dengan hobi-hobi lain?”
Kita suka olahraga, ajaklah sesekali pacar kita ke Sudirman-Thamrin saat Car Free Day untuk sekedar jogging ringan sambil ‘ngeceng’. Kita suka musik, nyanyikanlah sekali2 lagu romantis untuk pacar kita biar dia tertarik. Kita suka jalan-jalan, tunjukkin aja foto-foto keren pas kita ke Gunung mana gitu, siapa tahu dia jadi mupeng.
Your girlfriend … Part of your heart
Ya makanya cari pacar yang suka baca juga, atau yang sehobi ama kita.
Tapi ya Mas, memang kadang2 pasangan kita yang beda hobi bisa jadi berkah lho. Dengan berbedanya hobi, kita masing2 bisa saling mengingatkan kalau-kalau total belanja (hobi) bulan ini sudah melebihi kuota.
Sebaliknya, saya bisa mengingatkan semisal pasangan saya beli buku bulan ini kebanyakan.
Semisal, saya suka airsoft gun, pasangan saya suka buku. Pasangan saya bisa mengingatkan saya kalau2 saya kelebihan perhatian ke Airsoft gun ketimbang pada keluarga.
hmmmmmmmmmmmmmmmm…….
haa, cari pacar yang suka baca juga…
salaam kenal…
saya suka ngeblog, jadii cari pacar yg suka ngeblog juga kali yaa, blogger sejati biar sama2 nyambung, xixiix *upsss
kalo saya malah ketularan mas, soalnya pacar saya hobi baca. malah nularin ke saya
cieee…adit, hayyo..kenalin pacarnya ama kebvo sini.. ahemmm #LossFocus
namanya juga manusia,,,
pastilah berbeda-beda sifat dan keprilakuannya.
apa???? pacar???
salam kenal Kutu, kebetulan sy sukaaaa sekali baca tapi suami saya tidak sama sekali
orang emang nggak harus sama
membaca memang hobi yang bagus tapi klo kebanyakan jadi kayak kutu kalinyaaaa,,, salam kenal,,,, memang manusia di ciptakn berbeda beda
Gak apa-apa beda hobi, toh manusia itu kan penuh dengan keragaman kan??,
bener bener,,, tapi memang hobi blum tentu sama….
apa lagi pacar hahaha
jangan samain pacar sama hobi… entar hobi jadi pacaran kaco….