Mungkin banyak yang tak mengerti dengan maksud judul di atas. Mungkin hanya orang Jawa atau orang Sunda yang tahu artinya ya. Maksud judul di atas adalah “Menjaga Pangandaran.” Lho knapa gitu tiba-tiba mau bahas Pangandaran? Masih inget postingan tentang Jelajah Pangandaran 2010? Nahh, inilah catatan perjalanannya …

Pantai Pangandaran
Di Minggu yang cerah itu (Alhamdulillah gak ujan selama perjalanan), Kutu datang ke meeting point yang telah ditentukan di SPBU Pertamina Jl. MT. Haryono, Jakarta. Ternyata udah banyak peserta yang berkumpul di sana dan sepertinya Kutu adalah peserta termuda deh, hee.
Sempet canggung juga selama perjalanan, tapi Kutu berusaha berhenti bersikap begitu dan memberanikan diri untuk menyapa ke kiri dan ke kanan. Pucuk Dicinta Ulam Pun Tiba, ternyata mereka sangat welcome untuk mengobrol, terutama Pak Agus dan Mbak Dewi yang duduk sebangku dengan Kutu di kursi bus paling belakang. Kita berbincang tentang banyak hal, mulai dari Pariwisata Indonesia secara umum (kebetulan mereka berdua adalah perwakilan dari Travel Agent), tempat-tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, hingga makanan khas dari Gombong (kampungnya Pak Agus lho, hihihi) yang terbuat dari batang pohon pisang, ihhh, Kutu lupa tuh namanya. Akhirnya perjalanan selama 8 jam itu pun bagai terasa cuma sesaat

Tarian Selamat Datang
Sampai di sana, rombongan kami disambut oleh Penari-Penari yang gemulai, aduhhh … mana geulis2 smua, hihihi. Kami menginap di Hotel Nyiur Indah yang pelayanannya musti Kutu acungin jempol; Room Service nya rapih, makanannya enak2, apalagi tempatnya, hiii, cozy banget. Tidak berlama-lama, kami langsung mengikuti runtutan acara selama 3 hari 2 malam yang telah dijadwalkan. Dimulai dari menonton kesenian daerah Tarian Ronggeng Gunung di Desa Sukahurip pada minggu malam. Dan keesokan harinya, kami bersepeda dengan Mountain Bike keliling pedesaan (sampai banyak yang nyebur ke sawah, wkwkwk), Body Rafting di Sungai Citumang yang gak kalah keren sama Green Canyon, sampai nonton pertunjukan Wayang Golek yang dibawakan oleh Dalang Agus (guess what? Dia udah pernah ngedalang sampe ke Jerman lho). Lebih jelasnya mungkin akan Kutu berikan postingan tersendiri untuk masing2 acara itu, takut kepanjangan neh postingnya, hehehe.

Tari Ronggeng Gunung
Sebenarnya, Kutu dan rombongan ke Pangandaran kemarin bukan sekedar jalan-jalan. Setelah melakukan kegiatan di atas, pada malam harinya kami banyak berdiskusi dengan instansi-instansi yang terkait dengan pariwisata di sana. Bahkan perwakilan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata juga menyempatkan diri untuk hadir lho. Kami berbincang tentang kekurangan-kekurangan yang masih harus dibenahi di Pangandaran dan peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan Pariwisata Pangandaran ke depannya. Di sisi lain, sebagai wakil dari Komunitas dan Travel Agent, kami juga akan berusaha ‘menjual’ Pangandaran kepada masyarakat luas, salah satunya ya lewat media blog ini

Sungai Citumang
Selepas Tragedi Tsunami 2 tahun yang lalu, Pangandaran telah banyak berbenah. Ada banyak lembaga hadir di sana untuk bahu membahu membangun kembali Pangandaran. Semua bekerja dengan satu tujuan, yaitu Menjadikan Pangandaran Lokasi Wisata yang Menarik dan worthed lahh untuk dikunjungi. Mungkin selama ini kita hanya mengenal Pangandaran karena Pantai dan Green Canyon saja. Padahal banyak tempat-tempat lain yang bisa dieksplorasi di sana seperti : Citumang, Segara Anakan, hingga ke Nusa Kambangan. Apalagi ditambah Kebudayaan-Kebudayaan Asli Daerah yang banyak dikembangkan di berbagai desa di Pangandaran. Pokoknya gak rugi deh lama2 di Pangandaran, hehehe.

Pertunjukan Wayang Golek
Untuk transportasi (Jakarta-Pangandaran) yang biasanya harus ditempuh selama 8 jam dengan kendaraan, sekarang bisa dipersingkat dengan pesawat Susi Air (Halim-Pangandaran) yang cuma 1 jam. Atau yang dari Bandung bisa menggunakan Kereta Api Bandung-Banjar untuk menghemat waktu.
NP : Mengapa tidak kita dukung dan perjuangkan Pahlawan Devisa, yang tidak perlu disiksa untuk mencari dana … yaitu pelaku Wisata
![]()
.:
Foto-foto Kutu
:.

Kutu numpang nampang yaa

Rombongan Jelajah Pangandaran 2010
Acaranya lumayan panjang ya Mas…
3 hari 2 malam…
ole2nya ditunggu dirumah ya dit
^_^
assalamu’alaikum …
k, JIC lagi ada acara off air dari tgl 10-12 jam 1 mpe slesai … klo berminat hadir …
n kemungkinan ane minta waktu k kutu tgl. 14 or 21 buat jadi narasumber …bs tak?
afwan, boleh minta cp-nya?
^_^
ntar ane hub … syukron …
Subhanallah…
Insdah sekali pemandangannya
Semoga aku sempat juga kesana
wah, senangnya jalan-jalan ke pangandaran. Terima kasih laporan pandangan matanya
wuih.. asyik juga ya bisa jalan2 ke tempat wisata pangandaran.. banyak hal2 unik dan peangdangan nya menarik… thank’s info travel nya yah..
waww dr td BW isinya hampir smua jln2. jd brasa walking2 jg hehe
salam kenal mas adit,
mohon do’a jg atas kabar duka di http://kakmila.wordpress.com/2011/01/04/semangat-sembuh-untuk-sausan/
emang gak pernah habis ya ngomongn indonesia..
Deket tapi belum pernah ke pangandaran nih. Masih bagus gak ya?
rame pisan….
dah lama banget ga ke pangandaran nih
salam hangat dari soreang
Reportase jalan-jalan yang bagus!!
Ditunggu postingan tentang dalang yang ke Jerman itu ya
pada jalan-jalan ke pantai pangandaran ya
Ping-balik: Menghibur diri « Pabrik tentang tempe
jadi penasaran,dimana itu??
Baju Bali Murah
Jati Jepara Says : Wah Mantab infonya agan thanks before visit at our web company http://www.jatijepara.com/ Tukeran Link agan ok
seru sekali kelihatannya…
Boleh minta CP untuk desa sukahurip?