Perempuan dalam kelambu (sebuah puisi)
Aku ingat cerita mu itu
Perempuan dalam kelambu
Malu-malu jengah tersipu
Menatapmu yang dirajam nafsu
Suara-suara buas bathinmu merayu
Perempuan dalam kelambu bermata sayu
Menahan gelora setengah ragu
Tapi akhirnya tergoda maju
Dalam kelambunya yang merah jambu
Aku ingat nanar tatapmu
Pada dinding rumah kontrakan baru
Tangan melinting `camilla’ melaju
Dalam otakmu terlintas wajah itu ayu
Bibirmu memburai cerita panjang rambut nan layu
Kar’na keringat tubuh saling merasuk menyatu
Dan pori-pori pun saling menyapu
Perempuan dalam kelambu mengadu
Ia menggigil dalam hangat pelukmu mendayu
Aku ingat rinai tawamu
Dikupingku merembes sebersit ragu
Tapi kuhempas kar’na itu hanya lalu
Dan aku menyimak dengan sendu
Tapi kasihmu pun tak pernah satu
Kar’na cinta tak pernah mampu berseteru
Lalu aku terhempas bagai debu
Setelah itu kau pun diam dari meramu
Kar’na cerita tlah usai dalam waktu
Perempuan dalam kelambu
Terpaku hasrat dipangku mu
Dalam kelambunya yang merah jambu
Perempuan dalam kelambu
Dalam kelambunya yang merah jambu
Betapa aku mengingat senyummu palsu
Untuk sebuah persahabatan yang dimulai dengan kepalsuan
dalam linting waktu lalu..
(c) copyleft bumi.bintang@yahoo.com
10 Agustus 09 pada 1:03 am
Apakah ini Karya dari Khalila Putri Seruni?
21 Desember 09 pada 4:33 pm
[...] bingung, kenapa kutu memposting kembali puisi ini. Dulu kutu sudah pernah menerbitkannya di : Perempuan dalam kelambu (sebuah puisi). Ceritanya begini kawan2, waktu itu kutu sedang liat2 milist PenulisLepas, ehh ketemu sebuah puisi [...]